Pekanbaru, Riau, Indonesia — Universitas Islam Riau (UIR) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kualitas pendidikan dan jejaring internasional dengan menyelenggarakan sebuah kegiatan akademik yang inovatif dan relevan dengan isu global kontemporer. Pada Selasa (24 Februari 2026), UIR bekerja sama dengan The Chicago School, sebuah institusi pendidikan tinggi ternama asal Amerika Serikat yang dikenal memiliki reputasi kuat dalam ilmu psikologi dan perilaku, mengadakan kuliah umum internasional bertajuk “Behavior Challenges in Gen Z: Indonesian and American Context.”
Kegiatan yang berlangsung secara tatap muka di Auditorium lantai IV Gedung Rektorat UIR ini dihadiri oleh ratusan mahasiswa dari berbagai program studi, dosen, serta sejumlah civitas akademika yang antusias mengikuti sesi pembahasan yang begitu kaya wawasan.
Perluasan Jejaring Internasional dan Kolaborasi Akademik
Rektor UIR, Assoc. Prof. Dr. Admiral, S.H., M.H., dalam sambutannya mengungkapkan bahwa kolaborasi dengan The Chicago School bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian strategis dari roadmap UIR menuju visi tahun 2041, yaitu “Menjadi Universitas Islam Berkelas Dunia Berbasis Iman dan Taqwa.” Menurut beliau, program seperti kuliah umum internasional membuka peluang luas bagi mahasiswa dan dosen untuk bertukar ide, perspektif, dan pengalaman dalam konteks global.
Pembicara Internasional dan Pendekatan Akademik Praktis
Acara kuliah umum menghadirkan narasumber internasional yang kompeten, yaitu Sarah Dunkel Jackson, Ph.D., BCBA-D, LBA dari The Chicago School, yang memaparkan berbagai perspektif tentang tantangan perilaku yang dihadapi Generasi Z baik di Indonesia maupun di Amerika Serikat. Paparan Dr. Jackson mencakup bagaimana Gen Z memaknai identitas diri, mengelola stres dan tekanan sosial, serta bagaimana konteks budaya mempengaruhi perilaku dan ekspektasi generasi digital ini.
Acara juga menampilkan pandangan akademis dari Assoc. Prof. Lisfarika Napitupulu, S.Psi., M.Psi., Ph.D, dosen dari Fakultas Psikologi UIR, yang membedah isu serupa dari lensa psikologi Indonesia. Dengan pendekatan konteks lokal, ia menjelaskan bagaimana dinamika sosial dan teknologi memengaruhi perkembangan perilaku Gen Z di Indonesia, termasuk tantangan seputar penggunaan media digital dan kesehatan mental.
Sementara itu, Atikah Haira Bagawan, B.S., M.A., Ph.D, selaku Kepala Divisi Luar Negeri Badan Kerjasama dan Urusan Internasional (BKUI) UIR, bertindak sebagai moderator yang mengelola diskusi dan sesi tanya jawab, memastikan dialog berjalan interaktif dan informatif.
Penandatanganan Kesepakatan Kerja Sama Antar Program Studi
Selain sesi pemaparan, kuliah umum ini juga menjadi momentum penting untuk penandatanganan Implementation of Agreement (IA) antara pihak The Chicago School dan beberapa program studi di UIR, meliputi Program Studi Hubungan Internasional, Psikologi, dan Ilmu Komunikasi. Kesepakatan ini akan membuka ruang kerja sama lebih lanjut dalam bidang penelitian, pengembangan akademik, dan mobilitas mahasiswa atau dosen.
Respons Positif dari Mahasiswa dan Civitas Akademika
Para mahasiswa yang hadir menyatakan antusiasme yang tinggi terhadap kegiatan ini. Banyak yang merasa wawasan mereka semakin terbuka, terutama terkait bagaimana tantangan perilaku Gen Z tidak hanya bersifat lokal tetapi juga bersifat lintas budaya dan geografis. Diskusi tentang teknologi, perilaku sosial, identitas, serta tekanan psikologis dianggap sangat relevan dengan pengalaman mereka sehari-hari.
Ketua Program Studi Psikologi UIR juga menyampaikan bahwa kegiatan semacam ini sangat penting untuk mendukung proses pembelajaran yang holistik — tidak hanya fokus pada teori, tetapi juga pada insight praktis yang diperoleh dari interaksi langsung dengan ahli internasional.
Kenapa Topik Perilaku Gen Z Penting Dibahas Saat Ini?
Generasi Z, yang lahir sekitar tahun 1997–2012, dikenal sebagai generasi yang tumbuh bersama perkembangan teknologi digital dan media sosial. Mereka memiliki karakteristik unik dalam cara berpikir, belajar, dan berinteraksi sosial yang berbeda dari generasi sebelumnya. Banyak studi menunjukkan bahwa Gen Z menghadapi tantangan nyata dalam hal kesehatan mental, tekanan sosial, identitas online, serta pergeseran nilai dan keterampilan yang relevan untuk dunia kerja saat ini.
Oleh karena itu, diskusi yang menggabungkan perspektif akademik Indonesia dan Amerika Serikat seperti yang dilakukan dalam kuliah umum ini menjadi sangat relevan dan penting bagi pengembangan kompetensi generasi muda.




